JILBAB SUDAH TERKENA VIRUS

JILBAB SUDAH TERKENA VIRUS


Siapa sih yang tidak tahu apa itu jilbab? Jilbab adalah mahkota yang akan melindungi kehormatan wanita, mulia sekali. Orang jahat pasti berfikir seribu kali untuk nggodain cwe berjilbab, mending nggodain cwe yang tidak pake jilbab kata mereka. Namun sekarang ini seolah orang jahat sudah tidak memikirkan hal seperti itu lagi, kata mereka cwe jilbab sekarang mah dah jarang yang bener-bener jilbaban, jadi sama saja antara yang pake jilbab sama yang tidak pake jilbab. Tapi itu kata mereka, bagaimana kata kita?.


Ternyata jilbab sudah terkena virus, pada sebagian besar wanita yang memakainya, terkena virus mode. Mode memang tidak di larang dalam Islam, tapi seharusnya mode tidak melukai esensi menutup aurat yang seharusnya. Jilbab gaul, bervariasi dan bagus-bagus tapi mengapa sebagian darinya bahkan tidak berfungsi seharusnya.


Pake jilbab kok rambutnya keliatan, pake jilbab kok lehernya keliatan, pake jilbab kok dadanya ga ketutup, peke jilbab kok pakaiannya ketat, pake jilbab kok pake skiny jeans, pake jilbab ko lengannya kebuka, dan ko yang lainnya, banyak.


Orang pake jilbab itu seharusnya bisa menghindarkan dirinya dari penilaian laki-laki bahwa dia itu menggodanya atau menghindari laki-laki berfikiran mesum. Mana fungsi utamanya, fungsi melindungii wanita dari godaan laki-laki dan menutup aurat, orang auratnya saja kelihatan jelas tanpa filter seperti itu. Filternya tidak bukan hanya aksesoris yang tak utuh.


Di dalam surat An-Nur ayat 31 dijelaskan soal jilbab ini,


”Katakanlah kepada wanita yang beriman: hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak padanya. Dan hendaklan mereka menutup kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung”.


Memang sih sekarang terlihat bagitu banyak wanita yang memakai jilbab, dibanding jaman dahulu menurutku jumlah mereka bertambah. Apa ini kabar baik? Jumlah mereka bertambah, tapi belum tentu kualitas jilbab mereka bertambah. Jilbab sekarang banyak yang dipakai bukan karena faktor kebutuhan rohani, banyak yang memakainya karena faktor formalitas. Sekolah-sekolah banyak yang mewajibkan atau lebih pada menyarankan memakai jilbab, kampus-kampus umum sekarang pun banyak wanitanya yang berjilbab, jumlah jilbab telah meningkat. Tapi apakah jilbab mereka benar adanya? Ataukah hanya mengada-ngada?


Terkadang timbul fikiran yang pesimis keluar dari hati ini, melihat wanita yang berjilbab rapi menutup dadanya tapi pakaian yang dikenakan jauh dari layak disandingkan dengan jilbab itu sendiri. Terasa mending mereka ga usah pake jilbab, kalo pakaiannya ga jelas seperti itu, melukai jilbab itu sendiri, tapi ini pemikiran saya waktu itu. Kejadian ini banyak terjadi saat idhul fitri, sewaktu halal bi halal keliling kampung, karena sebagian wanita sedang menjadi pemakai jilbab dadakan.


Belum lagi dikampus-kampus, mode jilbab sangat subur berkembang. Ya kalo berkembangnya tidak menyalahi konstitusi perjilbaban itu bagus, setuju malah. Tapi kalo perkembangannya merusak makna jilbab yang seharusnya itu yang jadi masalah.


Mahasiswi-mahasiswi yang tidak ada kewajiban memakai seragam layaknya sekolah umum menjadi media subur perkembangan mode jilbab ini. Jika ada mahasiswi berjejer rapi berjumlah 10 orang dengan kesemuanya memakai jilbab, mungkin jilbab yang bener sekarang hanya sekitar 2 orang saja, yang 8 orang mungkin pake celana ketat, baju ketat, dan atau yang transparan.


Jadi permasalahan yang berkembang saat ini mengenai jilbab bukan saja masalah menutup dada atau tidak tapi apakah bagian tubuh lainnya tertutupi. Karena sangat disayangkan jika jilbab yang cantik dan menutup sampai ke dadanya itu tidak dibarengi dengan pakaian yang pantas dia sandingkan dengan jilbab. Bagaimana mungkin tidak tercederai jilbabnya jika wanita itu malah memakai pakaian yang ketat dan celana yang ketat bahkan tipis mempertontonkan kemolekan tubuhnya layaknya baju renang turis-turis mancanegara siap terjun ke dalam kolam otak laki-laki. Apakah wanita berjilbab yang masih memperlihatkan garis halus tubuh mereka walau dibalik pakaiannya itu tidak dikatakan dengan wanita yang berpakaian tapi telanjang?


Banyak laki-laki yang bejad yang memperkosa wanita, tapi banyak pula laki-laki yang baik akhirnya bejad memperkosa wanita karena wanita itu yang mengundangnya. Coba banyangkan betapa besar angka pemerkosaan di Indonesia, apakah pemerkosaan itu karena laki-lakinya tergoda atau karena laki-lakinya digoda? Terus siapa yang menimbulkan godaan, wanita atau bukan. Jadi mungkin jika kita ingin menurunkan angka kejahatan pemerkosaan, kita harus menyadarkan wanita Indonesia untuk berjilbab dengan jilbab sebaik-baiknya.

Share on Google Plus

About hakim punya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment