TERJEMAH: THE PROTESTANT ETHIC AND THE SPIRIT OF CAPITALISM. PART II

PART II

PART II THE PRACTICAL ETHICS OF THE ASCETIC BRANCHES OF PROTESTANTISM

4. THE RELIGIOUS FOUNDATIONS OF WORLDLY ASCETICISM

It would almost seem as though we had best completely ignore both the dogmatic foundations and the ethical theory and confine our attention to the moral practice so far as it can be determined. (Ia hampir terlihat seolah-olah kita telah benar-benar menagabaikan kedua dasar dogmatis dan teori etika dan membatasi perhatian kita pada praktek moral sejauh hal itu dapat di tentukan). That, however, is not true. (Itu, bagaimanapun, tidaklah benar). The various different dogmatic roots of ascetic morality did no doubt die out after terrible struggles. (Bermacam-macam perbedaan akar dogmatis dari moral petapa tidak diragukan lagi mati setelah perjuangan yang mengerikan). But the original connection with those dogmas has left behind important traces in the later undogmatic ethics; moreover, only the knowledge of the original body of ideas can help us to understand the connection of that morality with the idea of the afterlife which absolutely domibated the most spiritual men of that time. (Tapi hubungan original dengan dogma itu telah meninggalkan jejak penting dalam etika dogmatis kelak; lagi pula, hanya pengetahuan dari keaslian tubuh gagasan-gagasan yang dapat membantu kita untuk memahami hubungan antara moralitas dan gagasan tentang kehidupan akhirat yang mana sepenuhnya di dominasi orang-orang spiritual pada waktu itu). Without its power, overshadowing everything else, no moral awakening which seriously influenced practical life came into being in that period. (Tanpa kekuatan tersebut, mengalihkan yang lainnya, tidak ada kesadaran moral yang mana secara serius mempengaruhi praktik kehidupan menuju periode tersebut(akhirat).

THE PROTESTANT ETHIC AND THE SPIRIT OF CAPITALISM
We are naturally not concerned with the question of what was theoretically and officially taught in the ethical compendia of the time, however much practical significance this may have had through the influence of Church discipline, pastoral work, and preaching. (Kami secara alami tidak peduli dengan pertanyaan tentang apa yang secara teori dan secara resmi diajarkan dalam compendium etika pada waktu itu, namun banyak praktik secara signifikan mungkin memiliki pengaruh discipline Gereja, kerja Pastur, dan khotbah). We are interested rather in something entirely different: the influence of those psychological sanctions which, originating in religious belief and the practice of religion, gave a direction to practical conduct and held the individual to it. (Kita cukup tertarik pada sesuatu yang sama sekali berbeda: pengaruh dari sanksi psikologis dimana, berasal dari kepercayaan agama dan praktik beragama, memberi sebuah petunjuk praktik kepemimpinan dan memegang individu kedalamnya). Now these sanctions were to a large extent derived from the peculiarities of the religious ideas behind them. (sekarang sanksi-saksi ini sangat-sangat diperluas didapatkan dari keganjilan gagasan-gagasan keagamaan dibalik nya). The men of that day were occupied with abstract dogmas to an extent which itself can only be understood when we perceive the connection of these dogmas with practical religious interest. (Laki-laki yang pada hari itu ditempati oleh dogma-dogma abstrak pada tingkat itu sendiri yang mana hanya dapat dipahami ketika kita merasakan hubungan dogma-dogma tersebut dengan kepercayaan praktik keagamaan). A few observations on dogma, which will seem to the non theological reader as dull as they will hasty and superficial to the theologian, are indispensable. We can of course only proceed by presenting these religious ideas in the artificial simplicity of ideal types, as they could at best but seldom be found in history. (Beberapa observasi terhadap dogma yang mana akan terlihat oleh orang-orang non teologi sebagai sesuatu yang menjemukan mereka akan terburu-buru dan dangkal terhadap teologi, sangat diperlukan. Kita dapat tentu saja dip roses hanya dengan memperkenalkan ide religi ini dalam tiruan yang simple dari tipe gagasan(ide), mereka adalah yang terbaik tapi jarang ditemukan dalam sejarah). For just because of the impossibility of drawing sharp boundaries in historical reality we can only hope to understand their specific important from an investigation of them in their most consistent and logical forms. (Hanya karena ketidak mungkinan untuk menetapkan batas-batas tajam dalam realitas sejarah kita hanya akan berharap untuk memahami detil pentingnya dari sebuah investigasi terhadapnya dalam bentuk yang paling konsisten dan logis).

KELANJUTAN ADA DI LINK INI

SEBELUMNYA ADA DI LINK INI
JIKA ADA YANG SALAH TOLONG KASIH KOMENTAR PLUS PEMBENARANNYA YA GAN !!!!


Share on Google Plus

About hakim punya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment