Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi BelajarFaktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

Prestasi belajar

Menurut winkel prestasi belajar adalah bukti keberhasilan yg telah dicapai seseorang atau hasil maksimum yg dicapai seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

Sedangkan menurut poerwanto prestasi belajar adalah hasil yg dicapai seseorang dalam usaha belajarnya sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.

Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.

Secara umum prestasi belajar dipengaruhi 3 hal atau faktor

Factor-faktor tersebut akan saya uraikan dibawah ini, yaitu :

1. Faktor internal (factor dalam diri)

2. Faktor eksternal (factor diluar diri)

3. Faktor pendekatan belajar

Faktor internal

Factor internal yang mempengaruhi prestasi belajar yang pertama adalah Aspek fisiologis. Untuk memperoleh hasil prestasi belajar Kebugaran tubuh dan kondisi panca indera perlu dijaga dengan cara : makanan/minuman bergizi, istirahat, olah raga. Tentunya banyak kasus anak yang prestasinya turun karena mereka tidak sehat secara fisik. Contoh kecil, terserang pileg di waktu ujian. Bisa gaswat kan. Maka dari itu, perhatikan kesehatan tubuh untuk mendukung prestasi belajar.

Yang kedua dari factor eksternal adalah Aspek psikologis. Aspek psikologis ini Meliputi : inteligensi, sikap, bakat, minat, motivasi dan kepribadian. Factor psikologis ini juga merupakan factor kuat dari prestasi belajar, intelegensi memang bisa dikembangkang, tapi sikap, minat, motivasi dan kepribadian sangat dipengaruhi oleh factor psikologi diri kita sendiri. Oleh karena itu, berjuanglah untuk terus mendapat suplai motivasi dari lingkungan sekitar, kuatkan tekad dan mantapkan sikap demi masa depan yang lebih cerah. Berprestasilah.

Faktor eksternal

Selain faktor internal, prestasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal meliputi beberapa hal, yaitu:

1. Lingkungan sosial, meliputi : teman, guru, keluarga dan masyarakat.

Lingkungan sosial, adalah lingkungan dimana seseorang bersosialisasi, bertemu dan berinteraksi dengan manusia disekitarnya. Hal pertama yang menjadi penting dari lingkungan sosial adalah pertemanan, dimana teman adalah sumber motivasi sekaligus bisa menjadi sumber menurunnya prestasi. Posisi teman sangat penting, mereka ada begitu dekat dengan kita, dan tingkah laku yang mereka lakukan akan berpengaruh terhadap diri kita. Kalau kalian sudah terlanjur memiliki lingkungan pertemanan yang lemah akan motivasi belajar, sebisa mungkin arahkan teman-teman kalian untuk belajar. Setidaknya dengan cara itu kaluan bisa memposisikan diri sebagai seorang pelajar.

Guru, adalah seorang yang sangat berhubungan dengan prestasi belajar. Kualitas guru di kelas, bisa mempengaruhi bagaimana kita balajar dan bagaimana minat kita terbangun di dalam kelas. Memang pada kenyataanya banyak siswa yang merasa guru mereka tidak memberi motivasi belajar, atau mungkin suasana pembelajaran yang monoton. Hal ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Jadi saran saya, hormatilah guru kalian, seberapapun tidak menariknya proses belajar kalian, hehe… opo hubungane?

Keluarga, juga menjadi faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Biasanya seseorang yang memiliki keadaan keluarga yang berantakan (broken home) memiliki motivasi terhadap prestasi yang rendah, kehidupannya terlalu difokuskan pada pemecahan konflik kekeluargaan yang tak berkesudahan. Maka dari itu, bagi orang tua, jadikanlah rumah keluarga kalian surga, karena jika tidak, anak kalian yang baru lahir beberapa tahun lamanya, belum memiliki konsep pemecahan konflik batin yang kuat, mereka bisa stress melihat tingkah kalian wahai para orang tua yang suka bertengkar, dan stress itu dibawa ke dalam kelas.

Yang terkahir adalah masyarakat, gampangnya seorang yang hidup dimasyarakat akademik mereka akan mempertahankan gengsinya dalam hal akademik di hadapan masyarakatnya (ini menurut saya). Jadi lingkungan masyarakat mempengaruhi pola pikir seorang untuk berprestasi. Masyarakat juga, dengan segala aktifitas kemasyarakatannya mepengaruhi tidakan seseorang, begitupun juga berpengaruh terhadap siswa dan mahasiswa.

2. Lingkungan non-sosial, meliputi : kondisi rumah, sekolah, peralatan, alam (cuaca). Non-sosial seperti hal nya kondiri rumah (secara fisik), apakah rapi, bersih, aman, terkendali dari gangguan yang menurunkan prestasi belajar. Sekolah juga mempengaruhi prestasi belajar, dari pengalaman saya, ketika anak pintar masuk sekolah biasa-biasa saja, prestasi mereka bisa mengungguli teman-teman yang lainnya. Tapi, bila disandingkan dengan prestasi temannya yang memiliki kualitas yang sama saat lulus, dan dia masuk sekolah favorit dan berkualitas, prestasinya biasa saja. Artinya lingkungan sekolah berpengaruh. Cuala alam, berpengaruh terhadap mood.


Share on Google Plus

About hakim punya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment