Keutamaan Shalat Dhuha dan Shalat Tahajud

Shalat Dhuha
Keutamaan Shalat Dhuha dan Shalat Tahajud

Di dalam ibadah terdapat sebuah kekuatan, yaitu kekuatan merubah. Ketika kita mengerjakan ibadah dengan baik, maka sikap, pikiran dan perilaku juga akan berubah lebih baik.

Shalat dhuha adalah shalat yang sangat dianjurkan, Abu Hurairah r.a berkata, “Aku telah di beri tiga pesan oleh kekasihku. Aku tidak pernah meninggalkan tiga hal itu sampai aku dipanggil oleh Yang Mahakuasa: 1. Puasa tiga hari pada setiap bulan; 2. Shalat dhuha; 3. Salat witir.” HR Al-Bukhari

Shalat dhuha adalah gabungan dari kuantitas ibadah dan kualitas pahala, seperti dalam hadis nabi Muhammad SAW,

“Hendaklah masing-masing darimu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya, maka tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, tiap kali bacaan tahmid adalah sedekah, tiap kali bacaan tahlil adalah sedekah, tiap kali bacaan takbir adalah sedekah, dan menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, dan mencegah kepada yang mungkar adalah sedekah, sebagai ganti dari semua itu cukuplah melakukan dua rakaat shalat dhuha.” HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Daud.

Shalat dhuha adalah shalat yang sangat dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Waktu shalat dhuha mulai dari terbit fajar atau ketika matahari naik sampai menjelang masuk waktu shalat dhuhur. Shalat ini akan lebih baik dilaksanakan pada sekitar pukul 09.00, karena matahari pada waktu itu hangat menyegarkan. Menurut penelitian matahari pada saat seperti ini sangat baik untuk kesehatan.

“Wahai. Anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha). Niscaya akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya.” (HR. Hakim dan Thabrani).

Sangat gampang kita mencuri waktu untuk menunaikan shalat dhuha, mulailah dari dua raka’at dahulu, nanti kalau sudah terbiasa kita bisa meningkatkan jumlahnya.

Selain dari shalat wajib yang lima waktu, ada dua jenis shalat sunnah yang sangat besar pengaruhnya untuk kesejahteraan hidup seseorang, yaitu shalat tahajud dan shalat dhuha. Kedua shalat ini akan menampakkan keampuhannya asalkan tiga syarat dibawah ini dapat dipenuhi:

Pertama, Rajin dan rutinlah dalam melaksanakannya, janganlah membatasi waktu.

Kedua, jadikanlah suatu kebiasaan sehari-hari.

Ketiga, Haruslah yakin bahwa Allah akan menurunkan pertolongan-Nya.

Keempat, Iringilah dengan perbuatan baik dalam kehidupan keseharian.


Shalat Tahajud Dan Meminta Kepada-Nya



Sangat mulia orang-orang yang mampu bangun dimalam hari untuk menunaikan shalat tahajud, disaat sebagian besar orang sedang tertidus pulas. Shalat tahajud memiliki meutamaan yang besar dimana pada waktu sepertiga terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda :“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya

disiram air.” (HR Abu Daud)

shalat tahajud memiliki beberapa keutamaan, keutamaan shalat tahajud ada dalam hadis Nabi, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Nah 9 macam itu adalah:
  1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
  2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
  3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
  4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
  5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
  1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
  2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
  3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
  4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
Share on Google Plus

About hakim punya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment