Membangun Kesan yang Baik Ketika akan Berbicara di Depan Umum

Seorang pembicara harus memperhatikan penampilan saat dia berada diatas panggung. Semua pendengar baik dibagian yang paling belakang sekalipun akan memperhatikan semua yang ada pada pembicara. Semua diperhatikan, dari potongan rambut, kumis anda mungkin ada satu yang terlalu panjang, keselarasan pakaian anda, hingga cara anda menyampaikan isi materi anda.
Sesuatu yang ganjil pada diri anda mungkin akan menjadi bahan gunjingan atau paling tidak akan membuat anda terlihat tak menarik oleh audiens. Kesan pertama itu sangat penting, jika anda telah memberikan kesan baik pada kali pertama, anda akan mudah mempertahankan kesan baik anda. Sebaliknya, jika kesan buruk yang pertama diterima oleh audiens, anda akan kesulitan membangun kesan baik anda. Kesan yang buruk biasanya akan bertahan sampai anda selesai berbicara.
Bangunlah kesan baik anda sebelum anda memulai pembicaraan. Sehingga anda akan lebih tampil baik. Ini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi anda disamping akan membangun lebih kuat rasa percaya diri anda.

Ketika seorang pembicara dipersilahkan, mulailah para audiens akan menilai anda secara tidak langsung. Perhatian audiens mulai tergerak seketika setelah nama anda dipanggil pembawa acara atau moderator acara. Jangan sia-siakan, inilah awal anda membuat kesan kepada audiens anda, dan kesan pada diri anda akan berkembang sejalan anda memberikan pembicaraan anda. Usahakan kesan baik yang telah anda buat terjaga sampai akhir pembicaraan anda, atau bahkan anda meningkatkannya. Mari ikuti beberapa kiat untuk membangun kesan baik diri anda.

1. Cara Berpakaian

Jangan membuat audiens ilfill kepada anda. Buat mereka merasa nyaman melihat anda. Gunakan pakaiam yang pantas sesuai dengan situasi anda berbicara. Pakailah pakaian yang tidak mengesanka anda pemer atau pakaian yang terlalu sederhana bahkan lusuh. Bagaimanapun pendengar akan merasa nyaman mendengar anda menyampaikan materi jika anda menghargai pendengar dengan kerapian anda.

Pakailah pakaian yang mempunyai efek menenangkan, anda berbicara dalam suasana resmi. Jangan terlalu memiliki banyak warna dan tulisan, sehingga akan memalingkan perhatian audiens. tentunya anda ingin diperhatikan isi materi pembicaraan anda dari pada memperhatikan gambar Hello Kitty di baju andakan?. Umumnya pakaian resmi yang pantas adalah baju putih dengan jas hitam dan celana panjang hitam atau gelap. Mungkin juga anda bisa menyesuaikan pakaian umum ditempat anda.

Kerapian pakaian anda juga penting. Walaupun anda sudah memakai baju terbaik yang paling pantas untuk presentasi anda, tetapi resleting anda terbuka, anda telah melakukan hal yang memalukan. Hal memalukan sekecil apapun akan mempengaruhi anda dalam menyampaikan meteri bahkan terkadang akan menyebabkan kegaduhan para audiens membicarakan anda dibelakang.

Perhatikan semua kesiapan anda dalam berpakaian. Semirlah sepatu anda sebelum anda berangkat, jangan sampai kancing baju anda ada yang terbuka bahkan hilang, atau mungkin baju anda yang terbalik. Semua hal kecil yang ada dalam dandanan anda bisa memancing kasak-kusuk para audiens, tidak jarang mereka merasa tidak nyaman memandang anda berbicara atau malah menertawakan anda.

Gunakan pakaian yang sekiranya sesuai dengan situasi anda berbicara. Ketika anda sedang mempresentasikan sebuah proyek di perusahaan anda, sebaiknya anda mengenakan pakaian formal, karena situasi presentasi yang formal.. sehingga anda disarankan minimal menggunakan kemeja dan dasi serta celana warna gelap, lebih baik menggunakan jas hitam dengan dasi yang tidak terlalu mencolok warnanya dan celana yang selaras dengan jas anda. Dasi yang terlalu mencolok, seperti warna merah mawar akan mengalihkan pandangan audiens pada dasi anda. Gunakan celana yang selaras dengan pakaian atasan anda, sehingga tidak menimbulkan perbedaan warna yang terlalu kontras. Celana yang selaras seperti warna hitam atau hitam kebiruan dengan bandingannya jas warna hitam..

Mungkin anda tidak berada dalam suasana presentasi tetapi mungkin anda akan memberi ceramah atau pidato pada acara pernikahan di kampong anda. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan mayoritas audiens anda, jika mereka memakai batik atau pakaian kemeja biasa, anda bisa menggunakannya sekiranya pantas dengan audiens.

Jika anda berada di tengah-tengah audiens yang mengenakan jas semua sedang anda sebagai pembicara hanya memakai kemeja biasa, atau bahkan memakai baju pantai, tentunya sangat tidak di sarankan.

Untuk sepatu, jika anda seorang yang mengenakan pakaian resmi seperti jas dan kemeja, lebih selaras anda menggunakan sepatu jenis pantofel. Bila anda adalah seorang wanita karir, mungkin lebih baik anda mengikuti kata hati anda, jika anda merasa lebih percaya diri dengan sepatu hak tinggi untuk presentasi anda, kenakanlah selagi tidak mengganggu kenyamanan gerak anda. Namun lebih sering para wanita karir menggunakan sepatu ber hak yang tidak terlalu tinggi untuk presentasi pekerjaannyaa atau untuk kesehariannya.

2. Cara Berdiri Di Podium

Berdirilah secara tegak, tapi jangan terlihat terlalu kaku. Berdirilah tegak dan nyaman. Jangan menyandarkan diri anda ke meja podium, selain terlihat tidak sopan, pernafasan anda mungkin akan terganggu.

Jangan juga berdiri terlalu tegap sehingga terkesan anda malah angkuh. Berdirilah dengan tenang dan yakin didepan podium. Upayakan posisi kepala anda tetap tegak, kepala yang tegak menunjukkan sikap yang yakin, terbuka dan bisa menghadapi situasi. Dengan posisi kepala yang tegak, suara anda akan tersampaikan secara penuh dan anda bisa memandang para audiens dengan tatapan yang lebih luas.

Kepala yang tidak tegap dan menunduk kelantai membuat anda terlihat tidak yakin, gamang, pasif, dan bahkan merasa bersalah akan sesuatu. Audiens akan memberikan penilaian negative kepada anda dan ini bukan hal yang baik untuk anda. Mereka akan mereka-reka kenapa anda terlihat tidak yakin dari pada mendengarkan isi materi anda.

Usahakan mikrofon yang berada di podium sejajar dengan mulut anda, tidak terlalu tinggi sehingga anda mendongakkan kepala atau terlalu rendah sehingga anda terlihat menurunkan kepala anda. Bila ternyata panitia tidak merubah posisi mikrofon yang pas untuk anda, lakukanlah sendiri. Bila kita menggunakan mikrofon yang terlalu rendah ataupun terlalu tinggi dari mulut kita, audiens tidak akan melihat wajah kita secara baik, buatlah mereka melihat anda secara baik dan jelas.

Perhatikan tetak tangan anda, buatlah tangan anda senyaman mungkin untuk bergerak. Tangan yang leluasa bergerak akan mudah anda gunakan apabila anda memerlukan isyarat dengan menggunakan gerakan tangan anda.

Jangan anda lupakan ketika anda diatas podium, anda juga harus memmberikan kontak mata kepada audiens. Kontak mata menandakan anda menghargai audiens, dengan anda menghargai audien maka anda juga akan dihargai audiens. Ketika anda menjaga kontak mata anda saat dipodium, memungkinkan para audiens yang bercakap-cakap sendiri menghentikan percakapannya ketika anda member kontak mata.

3. Cara Memegang Mikrofon

Ada banyak jenis mikrofon yang biasa digunakan pada acara-acara resmi. Setiap jenis mikrofon memiliki perbedaan cara anda menggunakannya. Ketika anda menemui mikrofon dengan kabel yang pendek, jangan anda terlalu memaksa membawanya bergerak sehingga ada gangguan pada kebel mikrofon. Gangguan pada kabel akan menyebabkan perubahan suara seperti gaung, dan bisa mati sehingga akan mengganggu anda dalam berbicara.

Bila anda menemui bentuk mikrofon dengan kabel yang cukup panjang, anda bisa membawanya dengan lebih leluasa dibanding dengan kabel yang pendek, tapi tetap perhatikan posisi kabel agar tidak membuat tempat menjadi berantakan dan terlihat tidak rapi.

Beruntung bagi anda jika anda mendapat jenis mikrofon nirkabel. Mikrofon ini sangat leluasa kita bawa bergerak, karena tidak memakai kabel yang ribet pada saat anda menyampaikan materi anda. Banyak pembicara yang menyukai mikrofon jenis ini. Kelemahannya hanya ketika anda memegangnya anda harus menyesuaikan posisi yang paling tepat dengan kualitas suara mikrofon. Mungkin mikrofon ini akan kurang jelas suaranya jika dalam posisi tegak.

Mikrofon dengan tiang, bila anda merasa tiang mikrofon terasa kurang nyaman bagi anda, lepaskan saja sehingga anda bisa leluasa bergerak.

Ketika anda memegang mikrofon, peganglah sewajarnya. Jangan mempermainkan mikrofon anda secara perlebihan, seperti anda bergaya seperti penyanyi. Anda akan terlihat tidak sopan sebagai pembicara dan membuat resah audiens. Bersikaplah wajar saja.

Buat jarak antara mulut anda dan mikrofon dengan tepat, jangan terlalu jauh dan juga terlalu dekat. Jarak ideal sekitar 20 cm dari mulun anda. Jarak ini paling pas, bila terlalu dekat mungkin anda malah akan dikira ingin makan mikrofonnya. Jika terlalu jauh suara anda bisa tidak jelas masuk mikrofon. Jadi atur jarak antara mulut dan mikrofon anda.
Share on Google Plus

About hakim punya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment